Rambut? Siapa Takut?

Saya yang takut…. hihihihi

 

Sejak kecil, saya dianugerahi rambut tebal. Gak cuma di kepala, tapi juga di kaki. *hiks hiks*. Dan karena berasal dari keluarga konservatif, yang sebelumnya nggak pernah ada wanita dengan rambut kaki setebal dan sebanyak saya, saya nggak dapet ijin (dan nggak terpikir) buat menghilangkan rambut-rambut itu. Salah satu alesannya juga karena saya sering ditakut-takutin, kalo dicukur ato di-wax, nanti tumbuhnya tambah tebel.

Lalu… menjelang lulus SMA, temen-temen saya mulai ada yang wax rambut kaki, dan tentu saja saya minat ngeliat kaki-kaki mulus mereka. Walau masih sedikit parno, pemandangan rambut subur di kaki saya udah semakin mengganggu. Jadi setelah mencari info ke sana ke mari, saya (dengan minta ditemani Mami saya yang funky) memberanikan diri ke salon untuk waxing.

Ternyata waxing nggak seseram dan sesakit yang biasa digambarkan di film-film. Rasa sakitnya biasa aja. Dan pada tarikan pertama, komentar spontan Mami saya adalah:

“Waaaah ternyata kaki kamu putih ya!!!!”

JEGER.

Yah begono deh, saya juga baru tahu sebenernya. Jadi karena seumur idup ketutup rambut, kaki saya keliatan agak dekil, dan begitu kertas wax pertama ditarik, langsung ada pitak yang memamerkan kulit putih saya *tsah*. Dan dari sinilah, saya mendapat restu sepenuhnya dari Mami untuk membumihanguskan rambut-rambut kaki setiap kali mereka mulai menampakkan diri.

Selama kuliah, saya rajin waxing di salon langganan deket kampus. Setidaknya sebulan sekali lah, demi kaki mulus senantiasa.

Lulus kuliah, saya nggak berhasil menemukan salon yang bisa waxing murah meriah di daerah rumah saya. Jadilah saya beralih ke razor, yang ternyata bawa masalah baru: rambut-rambut saya ada yang numbuh ke dalam. *duh*. Kebayang ga? Jadi ada beberapa rambut yang numbuh, keliatan ada rambutnya, tapi nggak bisa dipegang, karena dia tumbuh di bawah lapisan kulit paling atas yang bening. Ckck. Dan setelah baca-baca, ternyata itu memang salah satu efek samping razor.

Lalu saya beralih, beli gel untuk wax sendiri di rumah, yang mana nggak segampang yang saya bayangkan. Rambutnya nggak bener-bener bersih. Dan puncaknya, sekitar pertengahan tahun ini, saya nyoba waxing di salon Y*P*E… yang ternyata mengakibatkan kaki saya iritasi lumanjen parah. Lapisan kulit saya yang paling atas kayak ikut ketarik, jadi ninggalin bekas kemerahan berukuran lumayan besar-besar dan gatal. Hiks hiks.

Saya pun ke beautician buat ngilangin bekasnya. Dan dia saranin saya buat nyoba laser hair removal.

Sebenernya, saya udah denger metode itu dari beberapa tahun lalu, dan udah bikin ngiler banget, secara janjinya bisa ilangin rambut permanen. Tapi begitu denger harganya, saya langsung melotot. Huks, mahal bener. Dan karena ngilangin rambut tentunya bukan prioritas, saya milih razor aja deh.

Tapi kan sekarang kondisinya saya lagi mentok sana sini nih. Razor bermasalah, waxing bersamasalah. Hiks. Nelangsa banget hati ini rasanya, bagai ditutup semua pintu bagiku untuk menjadi sedikit lebih mulus *nangis garuk-garuk pintu*

Tapi ehtapi… walau semua pintu ditutup, Tuhan bukain jendela tuh. Hihi.

Di waktu yang genting itu *OK saya lebay*, paaaaas ada promo laser hair removal dari Coslab di Disdus

Kira-kira kaya gini prosedurnya

Owalah menariknyooooo. Promo ini paket 6x laser hair removal untuk armpit dan kaki. Apalagi promonya di Coslab yang mana deket bener sama rumah saya. Plus lagi, diskonnya sampe 90%…. yang tragisnya… tetep mahal buat kantong saya. Huks huks.

Setelah beberapa hari mencari wangsit, mempertimbangkan berbagai hal, akhirnya saya merelakan nominal itu, karena mengingat my hubby-to-be semacam phobia rambut-yang-kurang-pada-tempatnya. Ckck. Mengapakah Tuhan mempertemukan pria phobia rambut dengan wanita berambut banyak, ya? 😀

Iya bayangin ye… pernah suatu ketika, waktu lagi main di rumahnya, nggak sengaja dia ngeliat my armpit hairs yang nongol dikit. Beneran dikit looooh… masih pendek numbuhnya, bukan yang semacam Ev* Arnaz itu….. Dan apa dong yang dia lakukan? Dia langsung ngasih saya razor, suruh bumihanguskan saat itu juga. *tsk* Dan tak lupa dia mengingatkan saya untuk mencukur segala rambut-rambut itu setiap hari. Astaga, bayangkan hidup bersama dia seumur idup, dibangunkan dengan  razor di depan muka setiap pagi?!

Jadi….okelah, anggaplah ini investasi seumur hidup.

Dan kemarin saya udah ambil session keenam (terakhir) saya. Hasilnya gimana? Puasssss. Memang belum mulus-mulus banget karena menurut mereka, yang mulus itu biasanya sekitar 10x (tapi kan mahaaaaal buat nambah paketnya *kekepin dompet*). Tapi segini juga udah bikin saya hepi. Yang numbuh tuh tinggal rambut-rambut yang agak tebal. Selebihnya menghilang ditelan bumi. *Yeay*. Ah senangnya… semoga beneran permanen yaaaaaa minimal jangka panjang deh ah.

 

GIG: Otak manusia-manusia pintar yang udah nyiptain teknologi laser hair removal, otak manusia-manusia cerdas yang udah nyiptain situs-situs jualan voucher diskon….

Advertisements